Wamen Ekraf Dorong Fotografer Indonesia Tembus Pasar Global Lewat JIPFest 2026
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, mendorong fotografer Indonesia agar dapat bersaing di pasar global melalui penjajakan kolaborasi dalam ajang festival fotografi internasional bertajuk Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 2026. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi penyelenggara JIPFest 2026 di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, pada Selasa, 4 Agustus 2026.
“Fotografi Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk menembus panggung internasional secara berkelanjutan. Melalui sinergi bersama ajang seperti JIPFest, diharapkan festival ini bukan sekadar pameran fotografi biasa, melainkan sarana untuk menghubungkan subsektor fotografi dengan subsektor ekraf lainnya,” ungkapnya.
Irene mengungkapkan bahwa fotografi, sebagai salah satu subsektor di Kementerian Ekraf, mencatatkan kontribusi 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif pada tahun 2025 dengan pertumbuhan mencapai 10,15 persen. Performa positif tersebut berlanjut pada capaian nilai ekspor periode Januari–April 2026 yang meningkat menjadi 0,47 juta dolar AS dari 0,33 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Audiensi ini berfokus pada diskusi terkait persiapan JIPFest 2026, khususnya dalam memperkuat jejaring fotografi nasional, meningkatkan kapasitas talenta visual, dan memperluas pasar industri kreatif Indonesia di tingkat internasional. Guna mencapai target tersebut, Wamen Ekraf menyoroti pentingnya pendekatan interaktif dan keterlibatan sektor pendukung.
Oleh karena itu, menurut Irene, dukungan terhadap gelaran internasional seperti JIPFest menjadi krusial untuk memajukan industri visual yang menciptakan nilai tambah kreatif sekaligus peluang ekonomi nyata. Tentunya, untuk mewujudkan hal ini, ia menegaskan Kementerian Ekraf siap mendukung promosi acara hingga pendaftaran terbuka atau open call bagi peserta maupun kolaborator merek.
“Saya menyarankan adanya sinergi antara walking tour, kelas fotografi interaktif, serta kolaborasi lintas merek, khususnya merek yang relevan seperti produk tata rias hingga produsen smartphone, sebagai kunci menciptakan pengalaman pengunjung yang berkesan, merangkul audiens baru, dan meningkatkan partisipasi masyarakat,” kata Wamen Ekraf.
JIPFest merupakan festival fotografi internasional yang diinisiasi oleh PannaFoto Institute sejak 2019 yang bertujuan memfasilitasi karya berdampak sekaligus membawa fotografer Indonesia ke panggung dunia. Dalam gelaran ini, Indonesia Photo Fair (IPF) turut hadir secara terintegrasi sebagai pameran dan bursa fotografi terbesar guna menggerakkan ekosistem serta ekonomi kreatif.
Memasuki edisi ke-6, JIPFest 2026 mengusung tema Resilience untuk menegaskan bahwa ketangguhan manusia dan peradaban dalam mengatasi tantangan hidup adalah kunci utama kemajuan bersama. Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 11–20 September 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, ini akan menghadirkan ragam program unggulan termasuk Interactive Installation, Exhibition, Photo Fair, Festival Tour, Discussion & Talk, Performance, Workshop, hingga Curatorial Tour, serta melibatkan 50 fotografer dari 15 negara dan menargetkan 440 submission karya foto.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wamen Ekraf atas diskusi hangat serta masukan berharga terkait penyelenggaraan JIPFest 2026. Sinergi dan arahan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem fotografi Indonesia sekaligus memperluas jangkauan karya kreator lokal ke ranah global,” ujar Managing Director JIPFest dan PannaFoto Institute, Swan Ti.
Jangan Lewatkan Berita Berkualitas EPOCHSTREAM
Jadikan EPOCHSTREAM sebagai sumber berita utamamu di Google. Dapatkan berita terbaru, analisis mendalam, dan liputan terpercaya dari para jurnalis kami yang berintegritas.
Ikuti
di
Tinggalkan Komentar! Mari Berdiskusi
Belum Ada Komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini