Rentetan Banjir dan Longsor di Jawa Timur Akibat Kebijakan Eksploitatif
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur menegaskan bahwa bencana banjir dan tanah longsor yang mengepung Jawa Timur sepanjang November 2025 hingga Maret 2026 bukan murni kesalahan alam. Mereka menilai ratusan bencana tersebut merupakan akumulasi nyata dari kebijakan pembangunan yang eksploitatif serta degradasi ekologis yang bersifat struktural dan sistemik.
Berdasarkan Rapid Assessment WALHI Jawa Timur yang dirilis pada Kamis, 18 Juni 2026, intensitas curah hujan dan frekuensi bencana di lapangan terbukti tidak berbanding lurus. Sebagai gambaran, pada November 2025, angka bencana di Jawa Timur melonjak tinggi dengan catatan 73 banjir dan 134 longsor, padahal curah hujannya bukanlah yang terlebat. Sebaliknya, saat Januari 2026 menyentuh puncak curah hujan tertinggi—mencapai 1.615 milimeter pada satu pos pengamatan—angka kejadian bencana justru menjadi yang paling sedikit sepanjang musim.
Artikel Bebas Polusi Iklan
Karya jurnalistik EPOCHSTREAM ini hadir berkat ekosistem Katalis. Pilih cara Anda untuk mengapresiasi jurnalisme independen yang bebas polusi iklan sampah:
Beli Kanta SekarangMulai dari Rp 5.000 untuk 5 Kanta
Baca Tanpa Batas Mulai Rp 19.000/Bulan
Sudah punya akun? Masuk
Jangan Lewatkan Berita Berkualitas EPOCHSTREAM
Jadikan EPOCHSTREAM sebagai sumber berita utamamu di Google. Dapatkan berita terbaru, analisis mendalam, dan liputan terpercaya dari para jurnalis kami yang berintegritas.
Ikuti
di
bagus