Komdigi Ungkap Spam Judi Online Gunakan Bot Asing dan Sasar Influencer
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendeteksi adanya modus baru dalam operasi spam judi online di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa jaringan tersebut kini memanfaatkan mesin otomatis berbasis bot untuk menyasar akun-akun influencer atau pemengaruh dan kreator konten daerah sebagai target utama penyebaran iklan judi online.
Berdasarkan temuan Kementerian Komdigi, operasi spam judi online ini dijalankan menggunakan infrastruktur mesin otomatis berbasis bot dari India dan Brasil. Di tingkat operasional, aktivitas tersebut dikendalikan oleh jaringan agen Warga Negara Indonesia atau WNI yang merupakan bagian dari ekosistem white-label dengan lebih dari 138 agen aktif.
“Seluruh operasi ini dijalankan menggunakan mesin otomatis berbasis bot dari India dan Brasil, serta dikendalikan oleh jaringan agen WNI yang merupakan bagian dari ekosistem white-label dengan lebih dari 138 agen aktif. Selama Piala Dunia berlangsung hingga 19 Juli 2026, potensi eskalasi masih sangat terbuka,” ungkap Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, dalam keterangannya pada Selasa, 30 Juni 2026.
Ia mengungkapkan bahwa operasi spam judi online tersebut juga tidak lagi terbatas pada satu platform media sosial saja, tetapi telah meluas ke berbagai platform lainnya. “Selain Instagram, aktivitas serupa juga teridentifikasi secara bersamaan di TikTok, Facebook, X, dan YouTube,” ungkapnya.
Alexander mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi pola penyebaran komentar promosi judi online yang memanfaatkan akun-akun tidak autentik dan bot. Menurutnya, pola tersebut ditandai dengan komentar berulang yang menggunakan berbagai variasi kata kunci dan tagar untuk menghindari sistem moderasi otomatis platform.
Selain itu, dia menyebutkan bahwa sasaran penyebaran spam judi online tersebut juga mengalami pergeseran. Dari yang sebelumnya banyak menyasar akun media sosial pemerintah, pelaku kini mengincar influencer dan kreator konten daerah dengan jumlah pengikut yang tinggi.
Dari hasil analisis Kementerian Komdigi, Alexander mengungkapkan bahwa media sosial Instagram dan TikTok menjadi platform dengan volume penyebaran spam judi online tertinggi karena tingginya penetrasi kreator konten daerah. Sebaliknya, kata dia, Threads belum menjadi target utama karena penggunanya masih relatif lebih kecil.
“Sekitar 52% target spam judi online mengarah pada akun-akun influencer daerah karena audiensnya dinilai memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi serta moderasi komentar yang relatif lebih rendah. Kondisi ini membuat komentar promosi judi online berpotensi bertahan lebih lama dan menjangkau lebih banyak pengguna,” ujarnya.
Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan pelaku terus menyesuaikan strategi penyebaran dengan mengikuti pola konsumsi media sosial masyarakat, termasuk pada momen Piala Dunia 2026 ini. “Selama Piala Dunia berlangsung hingga 19 Juli 2026, potensi eskalasi masih sangat terbuka,” ungkap lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 tersebut.
Sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut, Alexander mendesak seluruh platform digital untuk memperketat sistem deteksi terhadap akun-akun palsu. “Kami mengimbau seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk memperkuat moderasi konten secara proaktif, meningkatkan deteksi terhadap aktivitas akun tidak autentik, serta mempercepat penanganan komentar dan konten yang mengandung unsur promosi judi online,” tegasnya.
Di samping itu, dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mengakses, membagikan, maupun berinteraksi dengan konten promosi judi online. Menurutnya, upaya pemberantasan judi online membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, penyelenggara platform digital, hingga masyarakat.
“Partisipasi aktif masyarakat melaporkan akun atau konten yang terindikasi melanggar menjadi langkah penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku dan menjaga ruang digital Indonesia tetap aman dan sehat,” tuturnya.
Jangan Lewatkan Berita Berkualitas EPOCHSTREAM
Jadikan EPOCHSTREAM sebagai sumber berita utamamu di Google. Dapatkan berita terbaru, analisis mendalam, dan liputan terpercaya dari para jurnalis kami yang berintegritas.
Ikuti
di
Tinggalkan Komentar! Mari Berdiskusi
Belum Ada Komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini