PANTAU

Semeru Erupsi Beruntun, Warga Dilarang Beraktivitas di Radius 13 Km

Semeru Erupsi Beruntun, Warga Dilarang Beraktivitas di Radius 13 Km - EPOCHSTREAM

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami peningkatan signifikan secara beruntun. Sepanjang Minggu hingga Senin, 20-21 September 2026, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memuntahkan puluhan letusan.

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, aktivitas vulkanik mulai terekam masif pada Minggu, 20 September 2026. Terjadi 22 kali letusan hanya dalam kurun waktu enam jam, yakni pada periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 200 hingga 800 meter ke arah timur. Aktivitas ini juga disertai dengan 13 kali guguran, 15 kali embusan, 16 kali tremor harmonik, hingga terdengarnya suara gemuruh dari kawah aktif.

Rentetan erupsi masih berlanjut keesokan harinya. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan letusan susulan terekam pada Senin, 21 September 2026 pukul 10.00 WIB. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi sekitar 1 menit 34 detik. “Kolom abu berwarna kelabu tebal teramati condong ke arah timur laut,” katanya.

Merespons tingginya ancaman vulkanik, Badan Geologi mempertahankan status gunung pada Level III (Siaga). Mereka juga mengeluarkan rekomendasi yang melarang seluruh aktivitas masyarakat di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan. Larangan ini diberlakukan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi di puncak Gunung Semeru.

Selain larangan di sektor utama, masyarakat yang berada di luar radius 13 kilometer tersebut juga diimbau untuk menjauh setidaknya 500 meter dari tepi sempadan sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Peringatan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi meluasnya luncuran Awan Panas Guguran (APG) dan aliran lahar yang daya jangkaunya berpotensi menyapu daratan hingga 17 kilometer dari puncak.

Kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah utama saat ini telah ditetapkan sebagai zona bahaya mutlak yang harus steril sepenuhnya dari aktivitas warga maupun pendakian wisatawan. Sterilisasi ini dilakukan guna mencegah jatuhnya korban jiwa akibat ancaman lontaran batu pijar.

Hingga saat ini, pihak berwenang terus meminta warga di lereng gunung agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Kewaspadaan tingkat tinggi difokuskan bagi masyarakat yang bermukim atau melintas di dekat aliran sungai yang berhulu langsung di puncak Semeru, di antaranya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Sirin Rani Fatimah

Saya adalah mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Nurul Jadid, di kampus salah satu yang kami geluti adalah penulisan dan jurnalistik.

Jangan Lewatkan Berita Berkualitas EPOCHSTREAM

Jadikan EPOCHSTREAM sebagai sumber berita utamamu di Google. Dapatkan berita terbaru, analisis mendalam, dan liputan terpercaya dari para jurnalis kami yang berintegritas.

Ikutidi

Tinggalkan Komentar! Mari Berdiskusi

1000 karakter tersisa

Catatan:
Dengan berkomentar, Anda memberikan persetujuan kepada EPOCHSTREAM untuk mengelola data Anda secara aman. Kami menjamin kerahasiaan data Anda dan tidak menjualnya kepada pihak manapun. Mohon berkomentar dengan bijak, karena setiap komentar yang mengandung unsur pelanggaran hukum akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Selengkapnya, baca Kebijakan Privasi dan Ketentuan Layanan kami.

1 Komentar

  1. SR
    Sirin rohadatul aisy 6 hari yang lalu

    Harus tetap waspada
    # semangat para jurnalis

    Balas