FILM

Menguji Hati Nurani di Era AI melalui Film “Akal Imitasi”

Film Akal Imitasi merupakan drama fiksi ilmiah (sci-fi) Indonesia berdurasi 98 menit yang mengangkat isu sangat relevan, yakni dampak serta ancaman kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan karakter anak. Cerita mengambil latar tahun 2029, ketika dunia pendidikan berubah drastis setelah SD Cendekia Bangsa menerapkan uji coba sistem pembelajaran otomatis berbasis AI di sekolah.

AI tersebut diberi nama PIKO. Namun, bukannya membantu semua murid, teknologi ini justru memicu kesenjangan sosial baru di kalangan siswa. Penerapannya terbagi menjadi dua skema, yakni layanan gratis (free) dan berbasis premium. Neo (Arziqy Herdi Pratama), seorang siswa dari kalangan berada yang memiliki akses ke PIKO premium, selalu unggul di kelas. Sementara itu, Ika (Zaskia Alya Kyla), siswi cerdas dari keluarga sederhana, harus berjuang keras di tengah keterbatasan fasilitas teknologi. Perbedaan mencolok tersebut hampir membuatnya putus asa.

Di tengah kekalutannya, Ika secara tidak sengaja menemukan tempat misterius bernama BLOX HUB dan bertemu dengan Rafi (Rance Allen Wright). Awalnya, Ika mengira Rafi adalah seorang profesor yang menyamar. Namun, Rafi ternyata merupakan AI humanoid ilegal yang mengajarkan cara berpikir kritis dan menggunakan hati nurani—bukan sekadar memberikan jawaban instan seperti PIKO. Persahabatan mereka terancam ketika sebuah perusahaan teknologi mulai memburu Rafi demi menutupi rahasia besar yang dapat mengubah masa depan pendidikan. Dibantu oleh gurunya, Bu Lilis (Tika Bravani), Ika berjuang mempertahankan esensi belajar manusia yang tidak dapat diprogram atau digantikan oleh mesin.

Film yang tayang mulai 17 September 2026 ini menuai respons positif dari warganet. Banyak komentar di media sosial menyatakan ketidaksabaran mereka untuk menonton karena tema yang diangkat sangat dekat dengan fenomena saat ini, seperti maraknya penggunaan AI untuk mengerjakan tugas sekolah. Beberapa orang tua bahkan menyarankan agar film edukatif ini diputar melalui program sekolah agar aksesnya lebih merata bagi siswa yang tidak sempat menonton di bioskop karena kesibukan orang tua atau alasan lainnya.

Nura Rahmanitul M

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) yang berfokus pada dunia kreatif, khususnya penulisan, storytelling, dan pengembangan konsep visual. Menikmati proses mengubah ide sederhana menjadi cerita yang bermakna, serta terus mengeksplorasi cara menyampaikan gagasan agar lebih dekat, menarik, dan berdampak bagi audiens melalui berbagai karya.

Jangan Lewatkan Berita Berkualitas EPOCHSTREAM

Jadikan EPOCHSTREAM sebagai sumber berita utamamu di Google. Dapatkan berita terbaru, analisis mendalam, dan liputan terpercaya dari para jurnalis kami yang berintegritas.

Ikutidi

Tinggalkan Komentar! Mari Berdiskusi

1000 karakter tersisa

Catatan:
Dengan berkomentar, Anda memberikan persetujuan kepada EPOCHSTREAM untuk mengelola data Anda secara aman. Kami menjamin kerahasiaan data Anda dan tidak menjualnya kepada pihak manapun. Mohon berkomentar dengan bijak, karena setiap komentar yang mengandung unsur pelanggaran hukum akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Selengkapnya, baca Kebijakan Privasi dan Ketentuan Layanan kami.

Belum Ada Komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini