Menolak Lupa: Menanti Perjuangan Biru Laut dan Kelompok Winatra di Film ‘Laut Bercerita’
Film Laut Bercerita mengisahkan perjuangan aktivis mahasiswa serta rasa kehilangan mendalam di era akhir Orde Baru tahun 1990-an. Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Leila S. Chudori yang disutradarai oleh Yosep Anggi Noen dan dijadwalkan tayang pada 29 Oktober 2026. Sinema ini merangkum ingatan kolektif mengenai tragedi penghilangan paksa para aktivis pada tahun 1998.
Cerita berpusat pada Biru Laut (Reza Rahadian), seorang mahasiswa asal Yogyakarta yang resah dengan pembungkaman kebebasan oleh rezim Soeharto saat itu. Kegemarannya membaca buku membuatnya mempertanyakan alasan di balik pelarangan beberapa buku bacaan. Kecemasan yang terus mengganggu mendorong Laut bergerak untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang berputar di kepalanya.
Langkah yang diambil Laut membawanya bertemu dengan rekan-rekan sejawat yang memiliki visi serupa. Bersama Daniel, Alex, dan Sunu, Laut berkumpul dalam kelompok studi Winatra—sekumpulan mahasiswa yang muak diinjak oleh rezim yang tidak manusiawi. Pertemuan mereka diisi dengan pelbagai diskusi buku maupun politik, pergerakan sebagai bentuk perlawanan terhadap rezim, serta pendampingan bagi kaum tertindas.
Situasi mulai berubah ketika perlawanan kelompok Winatra tercium oleh penguasa. Mereka mulai diburu dan dibungkam. Satu per satu anggota kelompok menghilang, tak terkecuali Biru Laut. Mereka diculik, disiksa, dan dihilangkan secara diam-diam, sementara sebagian lainnya hilang secara misterius tanpa kabar.
Di tengah kekacauan yang terjadi, alur cerita beralih menyoroti perjuangan keluarga para aktivis korban penghilangan paksa, khususnya keluarga Biru Laut melalui sang adik, Asmara Jati (Yunita Siregar). Bersama kekasih dan kawan-kawan korban, mereka tak kenal lelah merawat ingatan serta menuntut keadilan bagi mereka yang hilang.
Antusiasme publik pun membumbung tinggi menyambut kehadiran adaptasi layar lebar ini. Bagi para pembaca novel maupun masyarakat luas, hadirnya film Laut Bercerita bukan sekadar penantian untuk menikmati karya sinema, melainkan ruang perjumpaan untuk merawat ingatan kolektif bangsa. Penonton tak sabar menyaksikan perjuangan Biru Laut dan duka yang ditinggalkannya dihidupkan di layar lebar. Penayangan perdana pada 29 Oktober 2026 diprediksi akan menjadi momen emosional yang menyatukan rasa simpati, kerinduan akan keadilan, serta penghormatan bagi mereka yang pernah dibungkam.
Jangan Lewatkan Berita Berkualitas EPOCHSTREAM
Jadikan EPOCHSTREAM sebagai sumber berita utamamu di Google. Dapatkan berita terbaru, analisis mendalam, dan liputan terpercaya dari para jurnalis kami yang berintegritas.
Ikuti
di
Tinggalkan Komentar! Mari Berdiskusi
Belum Ada Komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini