TEKNOLOGI

Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama AI

Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama AI - EPOCHSTREAM

Hubungan Indonesia dan India yang terjalin sejak berabad-abad lalu melalui jalur rempah kini memasuki babak baru. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan kedua negara akan bekerja sama di bidang Artificial Intelligence atau Akal Imitasi (AI) melalui kolaborasi riset, pengembangan talenta, infrastruktur digital, dan inovasi teknologi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Nezar menjelaskan bahwa India merupakan mitra alami karena memiliki pengalaman membangun infrastruktur publik digital. Sementara itu, Indonesia memiliki bonus demografi, sumber daya strategis, dan potensi besar untuk memperluas pemanfaatan AI.

“India dan Indonesia bukanlah pesaing yang mengejar jalur sempit yang sama di bidang AI. Kita saling melengkapi,” ungkapnya saat acara “An Overview of the AI Roadmap of Indonesia” di Jakarta Selatan, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Wamenkomdigi mengatakan bahwa regulasi Peta Jalan AI Indonesia menjadi pijakan untuk membawa kemitraan kedua negara ke tahap implementasi yang lebih konkret. Menurutnya, lewat regulasi tersebut Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi teknologi AI global.

“Selama ini, persaingan global untuk AI telah memperlakukan negara-negara seperti Indonesia sebagai pasar. Tempat untuk menjual produk AI, bukan tempat di mana AI dibangun. Saya ingin menolak kerangka berpikir tersebut malam ini, dengan hormat, namun tegas,” ungkap mantan jurnalis tersebut.

Oleh karena itu, Nezar menegaskan bahwa pemerintah mendorong penguatan perangkat lunak, komputasi, pusat data, dan talenta digital. Menurutnya, upaya ini dilakukan agar Indonesia mampu mengambil peran lebih besar dalam pengembangan AI.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun ekosistem AI, mulai dari cadangan nikel dan mineral kritis, populasi muda dalam jumlah besar, hingga posisi strategis di persimpangan Indo-Pasifik.

Momentum penguatan kemitraan kedua negara semakin terbuka setelah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi ke Indonesia yang menghasilkan 16 perjanjian baru.

Kedua negara juga berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi digital, termasuk integrasi sistem pembayaran digital dan pengembangan Indonesia Open Network sebagai fondasi kolaborasi AI.

Sebagai tindak lanjut, Nezar mendorong kolaborasi yang lebih erat melalui pertukaran peneliti AI, pengembangan startup, serta peningkatan investasi riset dan pengembangan perusahaan teknologi India di Indonesia.

“Saya mengajak Indcham untuk membantu kami mengidentifikasi perusahaan-perusahaan India, mulai dari pemimpin layanan TI hingga perusahaan rintisan berbasis AI, yang siap membangun kehadiran riset dan pengembangan yang nyata di Indonesia, bukan hanya kantor penjualan,” ujarnya.

Wamenkomdigi juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan setiap kolaborasi Indonesia dan India memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Qurothul Ayuni

Qurothul Ayuni adalah jurnalis EPOCHSTREAM yang sebelumnya meniti karier di media online MalangVoice. Ia merupakan lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Jangan Lewatkan Berita Berkualitas EPOCHSTREAM

Jadikan EPOCHSTREAM sebagai sumber berita utamamu di Google. Dapatkan berita terbaru, analisis mendalam, dan liputan terpercaya dari para jurnalis kami yang berintegritas.

Ikutidi

Tinggalkan Komentar! Mari Berdiskusi

1000 karakter tersisa

Catatan:
Dengan berkomentar, Anda memberikan persetujuan kepada EPOCHSTREAM untuk mengelola data Anda secara aman. Kami menjamin kerahasiaan data Anda dan tidak menjualnya kepada pihak manapun. Mohon berkomentar dengan bijak, karena setiap komentar yang mengandung unsur pelanggaran hukum akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Selengkapnya, baca Kebijakan Privasi dan Ketentuan Layanan kami.

Belum Ada Komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini